Riza Note's

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 25 Juli 2016

Puisi Ibu: Sebuah Tulisan Untuk Bunda

Mamah, aku rindu...

Rindu nasehatmu yang menjadikanku patuh.
Rindu senyumanmu yang menyentuh kalbu.
Rindu kasihmu yang membuat hati ini rasanya teduh.

Mamah...

Tak terbiasa aku hidup tanpamu
Sepi rasanya dunia ini tanpa hadirmu, Termenung sendiri mengingat canda tawamu, Mengingat semua keluh kesahmu.
Adakah sesuatu yang kini dapat kulakukan untukmu? Di mana ridha Allah mengalir dalam tiap-tiap denyut nadimu. Apakah ada kesempatanku untuk menjadi lelaki seperti yang kau suruh? Lelaki yang kuat namun berhati lembut, itu 'kan yang kau mau? Sungguh, aku lelah tersenyum palsu seolah-olah aku kuat tanpamu. Pada siapa lagi airmata ini mengadu, amh? Airmata yang di kala hening mengalir selalu, airmata yang menetes saat bayangmu hadir dalam mimpiku, airmata yang jatuh di saat hati merindukanmu.

Mamah...

Nantikanku di batas waktu, di mana ruh yang lemah ini tak lagi mau bersatu dengan tubuh, di kala jasad tak lagi dapat dibasuh air wudhu. Mamah, adakah hari yang indah melebihi hari di kala tak lagi ada kata lelah dan luka terpahat di sana? Hari di mana kita bertemu dengan Allah Azza Wa Jalla, Dzat yang indah-Nya tak sanggup dilukis oleh kata-kata cinta.
Mamah... Ana uhibbuki fillah, aku mencintaimu karena-Nya. :')